Senin, 22 Februari 2016

Dari : Aku
Untuk : Kamu

Terimakasih untuk menjadi Kamu-nya Aku.
Terimakasih telah melunturkan segala kecanggunganmu.
Terimakasih untuk menanyakanku untuk kembali.
I love you too, mas pacar.
He he he.

Kamis, 18 Februari 2016

Mati-matian kamu menolakku dan menganggapku tak ada,
Disaat aku juga mati-matian berusaha untuk berdiri setegar karang untukmu?
Berhentilah menjadi ombak ganas yang mengikis segala pertahananku.
Aku mohon.

Selasa, 16 Februari 2016

Apakah semuanya terlalu terlambat?
Apakah kesalahanku kalau aku baru memperjuangkanmu sekarang?
Apakah kamu tidak bisa lihat perjuanganku?
Apakah semuanya memang sudah tidak bisa diperbaik?
Apakah ini tidak ada artinya bagimu?
Ketika aku harus menurunkan egoku untuk memulai percakapan,
Ketika aku harus menurunkan egoku untuk mengajak kamu pergi,
Dan ketika aku harus memutar otak agar kamu tidak merasa bosan.
Hm?
Apakah tidak ada artinya?
Atau memang sudah terlalu terlambat?
Iya.
Aku masih ingin berjuang.
Jangan tanya untuk siapa.
Kamu sudah tahu pasti siapa yang ku maksud.
Iya, Kita.

Selasa, 09 Februari 2016

Kamu tau?
Seiring berjalannya waktu,
Semakin lama, semakin bayangan itu terlihat jauh.
Kamu tau?
Betapa aku ingin meraih bayangan itu.
Tapi kamu tau?
Semakin ku ingin meraih bayangan itu, semakin bayangan itu menjauh.
Iya.
Bayangan itu adalah Kita.
Kita.
Aku.
Kamu.

Sabtu, 06 Februari 2016

Bagaimana Jika

Bagaimana jika dulu aku tidak memilih untuk tetap kuliah disini,
Akankah kamu tetap menjadi temanku?
Bagaimana jika dulu aku tidak menjadikan kamu tempat curhatku,
Akankah kamu tetap menjadikanku tempat curhatmu?
Bagaimana jika aku tidak meminta tolong kepadamu,
Akankah kamu tetap memperhatikanku?
Bagaimana jika aku tidak menerimamu,
Akankah kamu tetap memperjuangkanku?
Bagaimana jika aku tidak membalas rasa sayangmu,
Akankah kamu tetap menyayangiku?
Bagaimana jika Dia tidak melarangmu,
Akankah kita tetap bersama?
Bagaimana jika aku berhenti sekarang,
Akankah kamu mengejarku kembali?








Teruntuk Kamu.

Text Mengikuti Kursor